MADIUN – Langkah progresif dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan kembali tegak berdiri di Bumi Madiun. Dewan Pimpinan Daerah Perjuangan Wali Songo Indonesia - Laskar Sabilillah (DPD PWI-LS) Madiun Raya secara resmi menggelar musyawarah akbar pembentukan kepengurusan tingkat kecamatan (Dewan Pimpinan Cabang/DPC) untuk wilayah Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.
Kegiatan penuh khidmat dan sakral ini dilaksanakan langsung dari Aula Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Joho, Dagangan. Berlangsung hingga larut malam, acara ini dihadiri oleh jajaran kiai sepuh, tokoh masyarakat, serta kader-kader Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai elemen, termasuk para pendekar lintas perguruan pencak silat di wilayah Dagangan yang bersatu padu dalam satu frekuensi perjuangan.
Rangkaian Acara Penuh Keberkahan dan Semangat Nasionalisme
Gema lantunan ayat suci Al-Qur'an membuka jalannya acara dengan penuh kekhusyukan. Tak lama berselang, suasana berubah menjadi gemuruh penuh haru dan semangat patriotisme saat seluruh hadirin berdiri tegak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, disusul dengan ketukan penuh semangat dari Mars Syubbanul Wathon, serta Mars PWI-LS Madiun Raya. Perpaduan ini menegaskan komitmen organisasi yang memegang teguh prinsip Hubbul Wathon minal Iman (cinta tanah air adalah sebagian dari iman).
Menghadapi Fenomena Penyimpangan Syariat dan Sejarah
Dalam orasi dan sambutan hangat dari jajaran dewan kasepuhan PWI-LS Kabupaten Madiun, disoroti secara tajam mengenai pentingnya kehadiran wadah ini di tengah masyarakat. Saat ini, tantangan umat semakin kompleks dengan maraknya propaganda digital di media sosial yang berpotensi membelokkan syariat Islam, hingga isu-isu miring seputar pemalsuan makam leluhur di berbagai daerah.
"PWI-LS hadir dengan niat yang murni, ikhlas, dan tulus berkhidmah demi menyelamatkan akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)."
Meskipun PWI-LS bergerak sebagai organisasi yang mandiri, tokoh masyarakat setempat yang juga menjabat sebagai Rais Jatman Dagangan, K.H. Isa Ansori, mengingatkan sebuah pesan mendalam. Beliau menegaskan bahwa PWI-LS dan Badan Otonom (Banom) NU lainnya pada hakikatnya adalah "satu bapak" dalam memperjuangkan panji-panji Aswaja. Karena itu, beliau berpesan agar seluruh gerak perjuangan ini selalu dilandasi oleh rasa cinta demi merawat persatuan umat, bukan didasari atas kebencian.
Hasil Musyawarah Struktur Kepengurusan PWI-LS Kecamatan Dagangan
Melalui mekanisme musyawarah mufakat yang mufakat dan penuh kekeluargaan, berikut adalah susunan inti kepengurusan DPC PWI-LS Kecamatan Dagangan yang sah dibentuk:
Satu poin krusial yang menarik perhatian adalah komando barisan keamanan. Laskar Sabilillah Kecamatan Dagangan yang dipimpin oleh Mas Sunawan, secara sadar merangkul keterwakilan tokoh dari lintas perguruan pencak silat besar seperti PSHT, Pagar Nusa, STK, dan IKS PI. Sinergi antarpendekar ini sengaja dibangun demi memperkuat barisan benteng pertahanan bagi para ulama pribumi serta menjaga kondusivitas wilayah.
Malam itu menjadi saksi sejarah baru, di mana seluruh jemaah dan undangan yang hadir secara otomatis disahkan menjadi anggota Laskar Sabilillah Kecamatan Dagangan. Rekapitulasi daftar hadir malam ini akan menjadi modal dasar yang kuat untuk melebarkan sayap organisasi hingga ke tingkat ranting atau desa-desa di wilayah Dagangan.
Musyawarah besar ini ditutup dengan lantunan doa bersama. Meninggalkan secercah harapan besar agar organisasi PWI-LS DPC Dagangan ini konsisten bergerak, membawa kemaslahatan, serta mengalirkan keberkahan yang melimpah bagi seluruh masyarakat Dagangan dan sekitarnya.
.png)

.png)