Iklan

Disebut Pembisik Presiden oleh HRS, Dudung KSP: Ulama Itu Meneduhkan, Jangan Memprovokasi!

SALIK SATAWANU
Senin, 08 Juni 2026, Juni 08, 2026 WIB Last Updated 2026-06-08T12:06:47Z
Sunber : detik.com


Hubungan panas antara mantan Panglima Kodam Jaya yang kini menjabat Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, dengan tokoh ikonik Habib Rizieq Shihab (HRS) kembali menjadi sorotan publik. Ketegangan lama di antara keduanya mendadak mencuat lagi ke permukaan.

Pemicunya adalah sebuah sindiran tajam dari Habib Rizieq yang menyebut adanya sosok "Jenderal Baliho" di balik pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung frasa 'kabur ke Yaman'. Merasa dituduh sebagai pembisik Istana, Dudung pun akhirnya buka suara memberikan respons menohok.

Dudung Bantah Jadi 'Pembisik' Istana

Menanggapi narasi yang beredar di media sosial, Dudung Abdurachman menepis keras tuduhan bahwa dirinya yang memengaruhi isi pidato Presiden Prabowo. Dudung menegaskan bahwa ucapan presiden murni dari pandangan kepala negara, bukan atas bisikan darinya.

"Nah, sekarang ramai seakan-akan bahwa saya jadi KSP kemudian akhirnya narasi dari Bapak Presiden itu muncul. Ya itu bukan, bukan dari saya," tegas Dudung saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Dudung juga menyatakan bahwa sebenarnya secara pribadi, hubungan antara dirinya dengan Habib Rizieq sudah tidak memiliki ganjalan apa pun di masa sekarang.

Sentilan Menohok untuk Habib Rizieq: "Ulama Harus Meneduhkan"

Meski merespons dengan santai, Dudung tidak tinggal diam melihat gaya bahasa Habib Rizieq yang dinilainya tidak berubah sejak dulu. Sebagai tokoh yang dihormati, Dudung mengingatkan agar seorang ulama bisa memberikan keteduhan di tengah masyarakat, bukan memicu provokasi atau dugaan tanpa dasar.

"Saya lihat bahasa-bahasanya tidak pernah berubah, bahasa-bahasa lama dengan sekarang itu ya. Kalau dikatakan sebagai ulama, ulama itu yang selalu meneduhkan, ya," sindir Dudung.

Lebih lanjut, Kepala KSP tersebut mengajak Habib Rizieq dan para pendukungnya untuk selalu mengedepankan pikiran jernih dan menjaga lisan agar tidak merendahkan pihak lain.

Nasihat Jaga Mata, Hati, dan Mulut

Dalam kesempatan yang sama, Dudung memberikan wejangan mendalam mengenai pentingnya menjaga diri dari prasangka buruk antarsesama anak bangsa. Dudung menekankan empat hal penting untuk direnungkan bersama:

  • Jaga Mata: Agar pandangan kita tidak pernah merendahkan orang lain.
  • Jaga Mulut: Agar ucapan yang keluar tidak menjelek-jelekkan sesama.
  • Jaga Hati: Agar terhindar dari penyakit hati dan prasangka buruk (suuzon).
  • Jaga Tangan: Agar tidak dikotori oleh tindakan-tindakan yang merugikan.

Sama-Sama Sudah Tua, Dudung Ajak Bangun Bangsa

Mengingat situasi global dan nasional yang membutuhkan stabilitas, Dudung juga mengingatkan faktor usia. Ia mengajak Habib Rizieq untuk menyudahi friksi masa lalu demi fokus membangun masa depan Indonesia yang damai.

"Marilah kita bangun bangsa ini dengan keteduhan, dengan tidak memprovokasi. Pak Rizieq sudah tua, saya juga sudah tua," pungkasnya.

Kesimpulan

Saling lempar argumen antara Dudung Abdurachman dan Habib Rizieq seolah menjadi pengingat bahwa dinamika politik dan personal tokoh bangsa selalu menarik perhatian publik. Harapannya, seruan untuk menjaga kedamaian dan keteduhan benar-benar bisa terwujud di dunia nyata.

Bagaimana pendapat Anda mengenai respons menohok dari Dudung kali ini? Sampaikan opini Anda di kolom komentar!




Komentar

Tampilkan

  • Disebut Pembisik Presiden oleh HRS, Dudung KSP: Ulama Itu Meneduhkan, Jangan Memprovokasi!
  • 0

Terkini

Topik Populer