Iklan

Gagal Damai Meski Dimediasi MUI, Ini Duduk Perkara Bentrok FPI vs PWI LS di Pemalang

SALIK SATAWANU
Senin, 08 Juni 2026, Juni 08, 2026 WIB Last Updated 2026-06-08T12:10:20Z
Sumber : Detik.com


Sebuah insiden menegangkan baru saja terjadi di Pemalang, Jawa Tengah. Acara pengajian dan haul tokoh lokal yang awalnya direncanakan berjalan damai dengan menghadirkan Habib Rizieq Shihab (HRS), justru berakhir dengan bentrokan hebat antarmassa.

Peristiwa yang pecah di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang ini langsung menjadi sorotan publik. Bagaimana sebenarnya duduk perkara kejadian tersebut? Berikut adalah kronologi lengkap insiden bentrokan tersebut berdasarkan rilis versi Front Persaudaraan Islam (FPI) Jawa Tengah.

Awal Mula Ketegangan: Penolakan dari PWI LS

Menurut Sekretaris Mahkamah DPD FPI Jawa Tengah, Ustaz Abu Ayyas, acara tersebut sebenarnya merupakan inisiatif murni dari masyarakat Petarukan, Pemalang. Warga setempat berniat menggelar haul tokoh lokal sekaligus merayakan momentum Tahun Baru Islam.

Untuk mengisi mauidhoh hasanah, pihak panitia mengundang sesepuh mereka, yakni Habib Rizieq Shihab. Namun, rencana ini mendapat penolakan keras dari organisasi kemasyarakatan (ormas) Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS).

Sempat Dimediasi dan Disetujui MUI

Menyadari adanya potensi konflik akibat penolakan tersebut, pihak Kesbangpol Pemalang langsung bergerak cepat dengan menginisiasi forum musyawarah. Mediasi tersebut dihadiri oleh berbagai pihak penting, di antaranya:

  • Panitia Penyelenggara
  • Perwakilan PWI LS
  • Majelis Ulama Indonesia (MUI)
  • Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)
  • Kodim dan Polres Pemalang

Dari hasil audiensi tersebut, dicapailah sebuah kesepakatan resmi. Dengan adanya dukungan kuat dari MUI setempat, acara pengajian keagamaan tersebut disepakati tetap boleh berjalan sesuai rencana.

Pengerahan Massa di Hari H dan Pecahnya Bentrokan

Sayangnya, kesepakatan di atas meja tersebut tidak berjalan mulus di lapangan. FPI mengklaim bahwa pada hari pelaksanaan acara, pihak PWI LS tetap mengerahkan massa ke lokasi dengan tujuan untuk membubarkan dan membatalkan kegiatan pengajian.

Melihat situasi yang memanas, simpatisan dan anggota FPI pun turun ke lokasi. Ustaz Abu Ayyas menegaskan bahwa kehadiran mereka murni untuk mengawal keselamatan sang imam besar, bukan untuk memicu keributan.

"Sebagai organisasi yang bertanggung jawab atas keselamatan Imam Besar kami, kami hadir untuk menjamin kelancaran acara dan keselamatan beliau. Bukan untuk berperang, apalagi memusuhi saudara seagama," tegas Ustaz Abu Ayyas.

Jatuhnya Korban Luka dari Kedua Belah Pihak

Akibat gesekan yang tidak terhindarkan di lapangan, bentrokan fisik pun akhirnya pecah. Bentrokan ini mengakibatkan belasan orang mengalami luka-luka, termasuk dari aparat kepolisian yang mencoba melerai.

Dari pihak FPI sendiri dilaporkan ada 5 anggotanya yang menjadi korban luka serius. Beberapa cedera parah yang dialami anggota FPI antara lain:

  • Cedera serius pada area mata hingga harus naik ke meja operasi.
  • Luka sabetan yang diduga akibat senjata tajam.
  • Patah gigi hingga patah tulang pada bagian jari tangan.

Salah satu korban luka parah tersebut diketahui merupakan anggota FPI yang berasal dari Pekalongan.

Penutup

Hingga saat ini, situasi di lokasi pasca-kejadian terus dipantau oleh pihak berwajib guna mencegah adanya bentrokan susulan. Konflik horizontal seperti ini tentu sangat disayangkan, terutama ketika terjadi di tengah momentum acara keagamaan yang seharusnya membawa kedamaian.

Bagaimana tanggapan Anda mengenai insiden ini? Tulis pendapat Anda secara bijak di kolom komentar di bawah ya!


sumber : detik.com

Komentar

Tampilkan

  • Gagal Damai Meski Dimediasi MUI, Ini Duduk Perkara Bentrok FPI vs PWI LS di Pemalang
  • 0

Terkini

Topik Populer